About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful.

Rabu, 13 Februari 2013

AMALAN BERBUKA PUASA



Pada saat berbuka puasa sebenarnya terdapat amalan-amalan yang membawa kepada kebaikan dan keberkahan. Tetapi kita tidak pernah mengetahuinya dan sering melalaikannya. Satu hal utama yang sering kita lupakan yaitu do’a. Untuk lebih jelasnya mari kita pelajari tentang amalan-amalan berbuka puasa, diantaranya ialah:
1.Menyegerakan untuk berbuka puasa
  Yang dimaksud dengan menyegerakan berbuka puasa ialah tidak berarti kita berbuka sebelum waktunya. Namun yang dimaksud ialah ketika matahari sudah tenggelam atau ditandai dengan dikumandangkannya adzan Maghrib, maka segeralah untuk berbuka. Tidak perlu menunggu sampai selesai adzan atau setelah shalat Maghrib. Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum menunaikan ibadah shalat Maghrib dan bukanlah menunggu sampai shalat Maghrib selesai dikerjakan. Inilah contoh akhlaq dari suri tauladan kita yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
2. Disunnahkan untuk berbuka dengan kurma atau seteguk air
Dalam hadist Anas bin Malik dikatakan bahwa Nabi SAW sangat menyukai berbuka dengan rothb atau kurma basah karena rothb begitu enak untuk dinikmati. Tetapi kita jarang menemukan rothb di negeri kita ini karena kurma yang sudah sampai ke negeri kita kebanyakan adalah kurma kering  atau tamr. Jika tidak ada rothb, barulah kita mencari tamr. Jika tidak ada kedua kurma tersebut, maka dapat menggantinya dengan makanan yang manis-manis. Ulama Syafi'iyah mengatakan, ketika berpuasa penglihatan kita bisa berkurang dan kurma itulah sebagai pemulihnya dan makanan manis itu semakna dengannya (Kifayatul Akhyar, 289). Jika tidak ada lagi, maka berbukalah dengan seteguk air. Inilah yang diisyaratkan dalam hadits Anas.
3. Sebelum makan berbuka, bacalah bismillah supaya bertambah berkah
Inilah yang dituntunkan dalam agama Islam supaya makan kita menjadi berkah yang  artinya menuai kebaikan yang banyak. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah SAW bersabda,
"Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta'ala (yaitu membaca 'bismillah'). Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta'ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”." (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858, hasan shahih).
 4. Ketika berbuka berdo’a "Dzahabazh zhoma-u ..."
Do'a ini tidak berarti dibaca sebelum berbuka dan bukan berarti puasa itu baru batal ketika membaca do'a di atas. Ketika ingin makan, tetap membaca 'bismillah' sebagaimana dituntunkan dalam penjelasan sebelumnya. Ketika berbuka, mulailah dengan membaca 'bismillah', kemudian makanlah beberapa kurma, kemudian ucapkan do'a di atas 'dzahabazh zhoma-u ...'. Karena do'a di atas sebagaimana arti tekstual dari "أَفْطَرَ إِذَا ",yang berarti ketika setelah berbuka.
5. Minumlah dengan 3 nafas dan membaca ‘bismillah’
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa minum dengan tiga nafas. Jika wadah minuman didekati ke mulut beliau, beliau menyebut nama Allah Ta’ala. Jika selesai satu nafas, beliau bertahmid (memuji) Allah Ta’ala. Beliau lakukan seperti ini sebanyak tiga kali.” (Shahih, As Silsilah Ash Shohihah no. 1277)
6. Memberi makan berbuka
Ketika kita diberi kelebihan rizki oleh Allah, manfaatkanlah waktu Ramadhan untuk banyak-banyak berderma, di antaranya ialah dengan memberi makan berbuka karena pahalanya yang amat besar.
7. Berdo'a secara umum ketika berbuka puasa.
Waktu berbuka ialah waktu mustajabnya do'a atau dikabulkannya do’a. Maka janganlah seorang muslim melewatkannya begitu saja. Manfaatkanlah moment tersebut untuk berdo'a kepada Allah supaya dimudahkan semua urusan dunia dan akhirat.
8. Berdo’a ketika selesai berbuka puasa
Di antara do’a yang shahih yang dapat diamalkan dan memiliki keutamaan luar biasa ialah do’a “Alhamdulillaahilladzii ath'amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin” yang artinya “Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku, maka diampuni dosanya yang telah lalu. Namun jika tidak bisa maka cukup dengan mengucapkan “alhamdulillah”.
Demikian penjelasan dari amalan- amalan ketika berbuka puasa. Semoga amalan yang sederhana ini bisa kita amalkan. Dan semoga bulan Ramadhan kita dipenuh dengan kebaikan dan keberkahan. Amiieennn.

Untuk lebih jelasnya tentang blog ini silahkan baca disini

Kamis, 17 Januari 2013

TAHALLUL



TAHALLUL
Tahallul merupakan  rangkaian kegiatan terakhir yang ada dalam ibadah umroh atau haji.Menurut bahasa tahallul ialah menjadi boleh atau diperbolehkan.Jadi tahallul  adalah diperbolehkannya atau dibebaskannya seseorang itu dari segala apa yang dilarang atau dipantang ketika melakukan ihram.Dan pelaksanan tahallul dilaksanakan dengan memotong rambut paling sedikit yaitu sebanyak 3 helai.Semua madzab mempunyai pendapat bahwa tahallul ialah wajib namun hanya madzab syafi’i yang menganggap tahallul sebagai rukun.
Tahallul dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu alhalq yang berati mencukur sampai habis dan attaqsir yang berarti memangkas.Kedua cara ini boleh dilakukan namun didalam beberapa hadist yang ada telah dijelaskan bahwa tahallul yang paling disukai oleh Rosululloh SAW adalah tahallul dengan cara alhalq.cara alhalq ini tidak berlaku bagi  para jama’ah wanita.Tahallul dengan cara alhalq telah dicontohkan oleh Rosululloh yaitu dimulai dengan mencukur habis rambut bagian kanan kemudian dilanjutkan dengan mencukur habis rambut bagian kiri.
Tahallul terdiri dari 2 macam yaitu:
1.Tahallul Awal yang artinya melepaskan diri dari keadaan berihram,setelah melakukan  2 diantara 3 perbuatan yaitu melempar jumroh aqobah dan bercukur atau melempar jumroh aqobah dan thowaf ifadloh serta sa’i dan bercukur.Tahallul ini dilakukan setelah mabit di muzdalifah.Setelah melakukan tahallul awal seseorang itu diperbolehkan berganti pakaian biasa serta memakai wewangian dan boleh melakukan apa saja yang telah dilarang ketika berihram kecuali bersetubuh.
2.Tahallul Tsani yang artinya melepaskan diri dari keadaan berihram setelah melakukan 3 perbuatan yaitu melempar jumroh aqobah, bercukur dan thowaf ifadloh serta sa’i.Untuk seseorang yang telah melakukan sa’i setelah thowaf qudum maka tidak perlu melakukan sa’i setelah thowaf ifadloh.Setelah melakukan tahallul tsani barulah seseorang itu boleh bersetubuh dengan istrinya.
Adapun syarat tahallul ialah:
1.Sedikit-dikitnya mencukur atau memotong 3 helai rambut
2.Bagi seseorang yang tidak mempunyai rambut maka cukup dengan menjalankan pisau cukur dikepalanya.
3.Saat melakukan pencukuran,semua rukun dari Umroh yang terdiri dari ihram, thowaf,dan sa’i sudah dilakukan dengan tertib.
4.tidak sah jika yang dicukur kumis atau jenggot
5.Ikhtiyatan atau menjaga kehati-hatian
Sedangkan sunnah tahallul meliputi:
1.Lebih utama bagi laki-laki digundul atau botak
2.Untuk wanita cukup memotong rambut sekadarnya saja
3.Ketika mencukur rambut dianjurkan menghadap kearah kiblat
4.Mencukur rambut dimulai dari kanan lalu kekiri
5.Rambut yang telah dicukur sebaiknya dipendam atau dikubur
Tahallul karena terhalang:
1.Jika mengikat niat ihram umrohnya dengan isytirot maka apabila terjadi sesuatu halangan boleh segera melakukan tahallul,caranya cukup dengan berniat dan mencukur rambut tanpa ada denda apapun
2.Jika niat ihram umrohnya tidak dengan isytirot maka apabila terjadi sesuatu halangan ketika umroh diperbolehkan segera melakukan tahallul dengan cara berniat dan mencukur rambut namun kena denda yaitu dengan menyembelih seekor kambing

Untuk lebih jelasnya silahkan klik disini

Rabu, 16 Januari 2013

SA’I



SA’I     
Sa’i menurut bahasa berarti usaha sedangkan dalam ilmu fiqih sa’i berarti berjalan diantara bukit shafa dan bukit marwah.Sa’i merupakan salah satu dari beberapa rangkaian kegiatan yang ada didalam ibadah haji maupun ibadah umroh.Dan sa’i sendiri merupakan rukun yang harus dilakukan bila tidak melakukan maka menjadi tidak sah ibadah haji maupun umroh itu.Sa’i dilakukan setelah menjalani ibadah thowaf baik thowaf umroh maupun thowaf ifadhoh.Dan sa’i dapat dilakukan dalam keadaan tidak mempunyai wudhu maupun dalam keadaan haid atau nifas.   
Sebelum melakukan ibadah sa’i seharusnya para jama’ah sudah mengetahui dan memahami sejarah dari sa’i supaya ibadah yang akan mereka lakukan bisa menjadi lebih khusyu’.Memahami sejarah sa’i dilakukan dengan tujuan agar para jama’ah mengerti untuk apa mereka melakukan ibadah sa’i ,bukan semata-mata hanya untuk mengikuti para jama’ah yang lain melainkan melakukan ibadah untuk dirinya sendiri.Dan didalam ibadah sa’i sendiri terkandung makna yang berarti untuk memohon pertolongan kepada Alloh dan memohon ampunan dari segala perbuatan dosa. Dan sa’i sesungguhnya memberi isyarat tentang arti perjuangan dalam hidup yang pantang menyerah karena hidup ini harus dijalani dengan usaha yang keras dalam menghadapi semua tantangan dan menghadapi  tantangan itu sendiri harus dengan kesabaran,ketabahan dan taqwa kepada Alloh SWT.
Sejarah sa’i itu sendiri dapat dilihat  dari cerita perjalan istri Nabi Ibrahim yaitu Siti Hajar.Beliau yang ketika itu ditinggal oleh Nabi Ibrahim sedang mencari air minum untuk anaknya yaitu Nabi Ismail yang sedang kehausan.Ibu Hajar sendiri sudah berusaha mencari air.Dia berlari menaiki dan menuruni bukit shafa dan marwah.Kemudian ibu Hajar berdiri diatas bukit marwah namun tidak ada seorangpun disana.Dia melakukan itu berulang-ulang sampai 7 kali.Maka dari itu orang-orang yang sedang melaksanakan haji atau umroh di suruh melakukan sa’i diantara keduanya.Sesungguhnya shafa dan marwah ialah sebagian dari syiar Alloh.Dan sa’i sendiri sesungguhnya memberi isyarat tentang arti perjuangan dalam hidup yang pantang menyerah karena hidup ini harus dijalani dengan usaha yang keras dalam menghadapi semua tantangan dan menghadapi  tantangan itu sendiri harus dengan kesabaran,ketabahan dan taqwa kepada Alloh SWT.
 Syarat melakukan ibadah sa’i terdiri :
1.       Dilakukan setelah ibadah thowaf.bila sa’i dilakukan sebelum thowaf maka sa’inya dianggap tidak sah dan harus mengulang.
2.       Melakukan sa’i antara shafa dan marwah harus sekaligus tidak boleh ada jeda ataupun istirahat kecuali untuk berdoa.
3.       Ibadah sa’i harus dilakukan sebanyak 7 kali atau 7 putaran jika tidak maka ibadah sa’inya menjadi tidak sah.

Sunnah sa’i diantaranya terdiri dari :
1.       Naik ke bukit shafa dan marwah kemudian menghadap kearah ka’bah
2.       Banyak membaca doa’ dan berdzikir terlebih ketika berada diantara bukit shafa dan marwah
3.       Dalam menjalani ibadah sa’i disunnahkan dalam keadaan suci.jika tidak memungkinkan untuk bersuci itu tidak masalah sa’inya tetap sah namun akan mengurangi pahala
4.       Ibadah sa’i dilakukan dengan cara al-khabab yaitu dengan cara berjalan cepat atau berlari-lari kecil jika mampu dan berjalan biasa bagi yang tidak mampu.
5.       Menjauhkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan dan tidak menjauhkan diri dari perkataan dosa
6.       Ketika melaksanakan ibadah sa’i tidak diperbolehkan menyakiti siapa pun baik menyakiti dengan perkataan maupun perbuatan


   Untuk lebih jelasnya silahkan klik disini

THOWAF



THOWAF
    Didalam ibadah haji maupun umroh,terdapat beberapa macam rangkaian ibadah atau kegiatan yang harus dilakukan oleh para jama’ah.Karena dengan melakukan beberapa rangkaian dari kegiatan ibadah tersebut yang akan menjadikan ibadah haji maupun umroh itu mabrur atau tidak mabrur.Salah satu dari sekian banyak rangkaian kegiatan tersebut adalah thowaf.Thowaf di dalam ibadah haji maupun umroh sebenarnya hampir sama pelaksanaannya.Yang membedakan antara thowaf dalam haji atau umroh adalah jika didalam umroh jama’ah tidak perlu melakukan thowaf hingga akhir sedangkan didalam haji jama’ah harus melakukan thowafnya sampai selesai.
      Awal mulanya,Thowaf merupakan salah satu dari serangkaian ibadah yang cara melakukannya dengan mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali atau 7 putaran dengan membaca doa tertentu.3 putaran yang pertama thowaf dilakukan dengan cara berlari-lari kecil kemudian 4 putaran berikutnya dengan cara berjalan.Thowaf dimulai dari hajar aswad dan berakhir di hajar aswad pula.Ketika melakukan thowaf hendaknya ka’bah haruz berada disamping kiri orang yang melakukan thowaf tersebut.
    Thowaf sendiri terdiri dari 5 macam yaitu:
1.Thowaf Qudum
    Thowaf yang juga disebut dengan thowaf dukhul yaitu thowaf pembukaan yang dilakukan oleh para jama’ah yang baru saja datang dan tiba di Makkah.Thowaf ini bisa juga dilakukan untuk mengganti solat tahiyyatul masjid.Hukum dari thowaf qudum ialah sunnah maka jika tidak melakukan ibadah haji mupun umrohnya tetap sah.
2.Thowaf Ifadhoh
    Thowaf ini merupakan salah satu dari rukun haji.Thowaf ini juga biasa disebut dengan thowaf rukun.Thowaf ini tidak bisa digantikan dengan apapun karena jika tidak melakukan thowaf ifadhoh maka ibadah hajinya menjadi tidak sah.Thowaf ifadhoh ini dilakukan setelah melakukan jumroh aqobah.
3.Thowaf Umroh
    Thowaf ini merupakan rukun dari umroh jadi bagi jama’ah yang tidak melakukan thowaf ini maka ibadah umrohnya menjadi tidak sah.
4.Thowaf Wada’
    Thowaf wada’ juga disebut dengan thowaf perpisahan.Thowaf ini dilakukan ketika akan meninggalkan Makkah.Thowaf ini wajib dilakukan sebagai pernyataan dan penghormatan terhadap Baitulloh dan Masjidil Haram. Untuk jama’ah yang belum melakukan thowaf wada’ belum diperbolehkan meninggalkan Makkah.Tapi bagi wanita yang sedang haid boleh tidak melakukan thowaf wada’ dan boleh langsung meninggalkan Makkah.


5.Thowaf Sunnat
    Thowaf sunnat bisa dilakukan kapan saja.boleh dilakukan saat baru memasuki Masjidil Haram,thowaf ini juga berfungsi sebagai pengganti solat tahiyyatul masjid dan thowaf ini juga bisa disebut dengan Thowaf Thatawwu.
    Adapun syarat-syarat thowaf ialah:
1.Suci dari hadast kecil dan hadast besar
2.Menutup aurot
3.Thowaf dimulai dari Hajar Aswad
4.Baitulloh atau ka’bah terletak disebelah kiri
5.Dilakukan sebanyak 7 kali putaran
6.Thowaf dilakukan didalam Masjidil Haram
7.Tidak bertujuan lain selain bertujuan thowaf
8.Niat thowaf ketika melakukan thowaf sunnat.Jika melakukan thowaf qudum dan thowaf rukun maka tidak diperlukan niat

  untuk lebih jelasnya silahkan klik disini